SMA NEGERI 1 KUDUS : RAIH NILAI 100 UNTUK TKA FISIKA

Kudus, 16 Januari 2026 – Pada tanggal 28 Desember 2025, salah satu siswa SMA Negeri 1 Kudus berhasil mencetak prestasi yang membanggakan di tingkat nasional. Siswa tersebut adalah Muhamad Agha Nazih siswa kelas XII F-9 yang sukses meraih nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Fisika dengan skor sempurna 100. Pencapaian ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi sekolah, mengingat Fisika sering dianggap sebagai salah satu mata pelajaran dengan tingkat kesulitan tertinggi.

Keberhasilan Agha ini menarik perhatian luas karena metode belajar yang ia terapkan tergolong unik dan berbeda dari kebanyakan siswa pada umumnya. Dalam persiapannya menghadapi TKA yang kompetitif, Agha mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengikuti bimbingan belajar (Bimbel) konvensional yang berbayar. Sebagai gantinya, ia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai tutor pribadi digital dan media utama dalam membedah rumus-rumus kompleks serta konsep teori yang sulit dipahami.

‎Selain menggunakan AI untuk berdiskusi secara interaktif, Agha juga sangat aktif mengutip dan mengerjakan latihan-latihan soal yang tersebar luas di internet maupun media sosial, khususnya TikTok. Menurutnya, Algoritma media sosial saat ini jika diarahkan dengan benar dapat menjadi sumber ilmu yang sangat efisien. Berbagai Platform Digital kini menyediakan banyak konten edukatif, mulai dari video pembahasan singkat hingga tips cepat menyelesaikan soal, yang membantunya memahami konsep dan memperbanyak latihan soal secara mandiri tanpa batasan waktu.

‎Dalam wawancara eksklusif SEACAST yang dipandu oleh pengurus OSIS SMA Negeri 1 Kudus, Agha menyampaikan pesan inspiratif yang mendalam kepada rekan-rekan sesama pelajar. Ia menekankan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan kini sudah berada dalam genggaman tangan.

“ Saya tidak menyangka mendapat nilai sempurna, tetapi dari awal ketika saya melihat butir-butir soal yang ada, saya optimis bisa mengerjakan. Bentuk soal yang saya hadapi memiliki kemiripan dengan soal-soal yang saya kerjakan pada laman media internet,” tegas Agha.

‎Prestasi luar biasa yang diraih oleh Muhamad Agha Nazih ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan teknologi secara bijak dan tepat guna, jika disertai dengan konsistensi serta kemauan belajar yang tinggi, mampu membawa hasil yang maksimal meskipun dilakukan secara otodidak.

Kisah  Agha diharapkan dapat menjadi pemantik inspirasi bagi siswa lainnya di seluruh Indonesia untuk terus berusaha, beradaptasi dengan zaman, dan tidak ragu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai katalisator dalam meraih cita-cita di dunia pendidikan.

(Ey, Ns J&D)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *