Sebuah ide sederhana dapat menjadi awal dari perubahan besar apabila dikembangkan dengan kerja keras, kreativitas, dan semangat untuk terus belajar. Hal tersebut dibuktikan oleh dua siswi SMA Negeri 1 Kudus, Viona Eka Kusumawardani dari kelas XII F-02 dan Anggraini Kumala Dewi dari kelas XII F-01, yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Esai HIMAGRO UMK 2026 tingkat SMA se-Kabupaten Kudus.

Melalui kompetisi tersebut, Viona dan Anggraini menghadirkan sebuah gagasan inovatif yang berfokus pada permasalahan di bidang pertanian. Karya berjudul “SIRISA: Smart Irrigation System Berbasis Tenaga Surya sebagai Solusi Optimalisasi Penggunaan Air dan Energi pada Lahan Pertanian” menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menciptakan solusi kreatif untuk mendukung pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut berangkat dari kepedulian terhadap penggunaan air dan energi dalam kegiatan pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi berbasis tenaga surya, karya ini dirancang untuk membantu mengoptimalkan sistem irigasi sehingga penggunaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih efektif. Melalui gagasan ini, keduanya berupaya menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi salah satu langkah dalam menghadapi tantangan pertanian di masa depan.
Viona Eka Kusumawardani, yang lahir di Kudus pada 10 Oktober 2009, memiliki cita-cita menjadi ahli Teknologi Pangan. Ia memiliki hobi membaca novel dan mendengarkan musik yang membantunya dalam mengembangkan wawasan dan kreativitas. Dalam menjalani prosesnya, Viona memegang prinsip “Jadilah versi terbaik dari dirimu, bukan bayangan dari orang lain.”
Sementara itu, Anggraini Kumala Dewi, yang lahir di Kudus pada 28 April 2009, bercita-cita menjadi seorang teknisi. Kegemarannya membaca novel menjadi salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan memperluas sudut pandang. Ia memiliki prinsip hidup “Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling konsisten.” Prinsip tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah.
Perbedaan cita-cita dan karakter tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk bekerja sama. Justru melalui kolaborasi tersebut, mereka mampu menggabungkan ide, kemampuan, dan semangat hingga menghasilkan karya yang membawa prestasi bagi sekolah.Keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi Viona dan Anggraini untuk terus berkembang dan mencetak prestasi lainnya. Mereka berharap dapat terus membanggakan kedua orang tua, mengharumkan nama SMANegeri 1 Kudus, serta mewujudkan cita-cita masing-masing melalui pendidikan dan kerja keras.
Melalui kegiatan lomba Esai ini, Viona dan Anggraini membuktikan bahwa sebuah ide yang dikembangkan dengan tekad dan konsistensi dapat menghasilkan inovasi yang bermakna. Prestasi mereka menjadi inspirasi bahwa siswa juga mampu berkontribusi dalam menciptakan solusi bagi berbagai permasalahan di lingkungan sekitar.
(Ey, Ns J&D)






