BELAJAR LANGSUNG DARI SANG INOVATOR: SMAN 1 KUDUS KUNJUNGI BIOREAKTOR KAPAL SELAM DI PATI

Kudus, 8 September 2026 Ratusan siswa SMA Negeri 1 Kudus mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda melalui kunjungan edukatif ke Desa Langse, Pati, Selasa (8/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal secara langsung inovasi teknologi lingkungan di lokasi Bioreaktor Kapal Selam (BKS).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis proyek dan observasi lapangan. Para siswa tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga melihat secara langsung penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengatasi persoalan lingkungan.

Perjalanan Edukatif Menuju Pati

Sebelum keberangkatan, seluruh peserta mengikuti proses koordinasi dan persiapan yang matang. Rombongan siswa menggunakan angkot sebagai moda transportasi menuju Pati.

Penggunaan angkot tidak sekadar menjadi sarana mobilitas. Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menanamkan nilai kemandirian, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sesampainya di lokasi, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai konsep dan cara kerja Bioreaktor Kapal Selam. BKS merupakan sistem pengolahan limbah organik tertutup yang dirancang menyerupai bentuk kapal selam.

Teknologi tersebut berfungsi mengolah berbagai jenis sampah organik, mulai dari kotoran hewan ternak, sisa pasar, hingga limbah rumah tangga, menjadi tiga produk bernilai guna, yakni pupuk organik, biogas, dan listrik.

Selain mempelajari teknologi pengolahan limbah, siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah riset lanjutan yang dikembangkan di lokasi tersebut. Salah satunya adalah penelitian mengenai pencernaan usus kelinci yang berkaitan dengan efisiensi pakan ternak.

Hal ini menunjukkan bahwa Bioreaktor Kapal Selam tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga menjadi pusat riset terapan yang terus dikembangkan.

Belajar dari Sang Inovator

Salah satu bagian menarik dalam kunjungan tersebut adalah pertemuan dengan sang inventor, Dr. Muchammad Sobri, M.P. Ia sebelumnya dikenal melalui temuannya mengenai pakan kelinci tanpa ampas tahu. Kini, Sobri kembali menghadirkan inovasi melalui pengembangan Bioreaktor Kapal Selam.

Dalam sesi sharing session, Sobri menjelaskan prinsip dasar pembangkit listrik tenaga kotoran atau bioenergi. Ia memaparkan bagaimana kotoran manusia dan hewan yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah melalui proses anaerobik menjadi sumber energi listrik yang ramah lingkungan.

Penjelasan tersebut membuka wawasan para siswa bahwa persoalan sampah tidak selalu harus dipandang sebagai masalah. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat, limbah dapat diolah menjadi sumber energi yang memiliki nilai guna.

Mengubah Sampah Menjadi Peluang

Kunjungan ke Bioreaktor Kapal Selam memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa SMA Negeri 1 Kudus. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana sains dan teknologi diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.

Inovasi yang dikembangkan Dr. Sobri menjadi inspirasi bagi para siswa bahwa kreativitas dan inovasi lokal dapat berkontribusi dalam menjawab tantangan global, termasuk persoalan energi dan pengelolaan sampah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat inovasi serta kepedulian terhadap lingkungan yang diperoleh para siswa dapat diterapkan dan ditularkan kembali di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

(Ey, Nn J&D)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *