Suasana dinamis dan penuh semangat menyelimuti SMA Negeri 1 Kudus pada Rabu (16/9/2026). Sekolah ini kembali menggelar perhelatan tahunan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) Periode 2026, sebuah ajang pembelajaran demokrasi nyata yang diikuti secara antusias oleh seluruh siswa dari kelas X hingga XII.
Kegiatan yang terpusat di area indoor sekolah ini diawali dengan sambutan dari Mustafa Hizkia, S.S.Th., M.Pd.K.selaku Waka Kesiswaan SMA Negeri 1 Kudus, serta Mohamad Wahono, S.Pd.I., M.Pd.I. selaku Pembina OSIS. Suasana khidmat pun terasa saat seluruh siswa pada sesi pertama (kelas XE-01 hingga XE-04) bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum proses pemungutan suara dimulai.
Usai menyanyikan lagu wajib, para siswa secara tertib mengantre di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Satu persatu siswa memasuki bilik suara untuk menyalurkan hak pilih mereka secara Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (LUBER). Pengalaman menyalurkan suara ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, khususnya siswa kelas X yang memasuki lingkungan baru di SMA.
“Jujur tadi deg-degan tapi senang, karena kita bisa menentukan sendiri siapa yang akan menjadi ketua OSIS selanjutnya,” ujar salah satu siswa kelas X seusai memberikan hak suaranya.
Setelah seluruh rangkaian pemungutan suara rampung, panitia segera melakukan persiapan penghitungan suara secara terbuka di area indoor dengan dihadiri oleh perwakilan dari setiap kelas sebagai saksi.
Hasil akhir penghitungan suara mengukuhkan kemenangan Pasangan Calon Nomor Urut 1, yaitu Zayeda Qitarah F. (XI F-10) dan Raditya Putra A. (XI F-11). Terpilihnya pasangan ini ditandai dengan penyampaian pidato kemenangan sekaligus menandai dimulainya babak baru kepemimpinan siswa di SMA Negeri 1 Kudus.
Lebih dari sekadar pergantian tampuk kepemimpinan, Pilketos SMA Negeri 1 Kudus menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai demokrasi tidak hanya dipelajari sebagai teori di dalam kelas, melainkan dipraktikkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan yang tertib dan jujur ini diharapkan dapat membentuk kesadaran politik yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab sejak dini di kalangan pelajar.
(Ey, Na J&D)






