Kudus, 10 Februari 2026 — Perjuangan, konsistensi, dan keberanian menuntaskan proses mengantarkan Qiara Annansha Raemaswary, siswi XI F-3 SMA Negeri 1 Kudus, meraih Best Presenter dalam rangkaian International Essay Competition pada International Conference of Midwifery Update (ICMU) ke-5 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Program Studi Kebidanan, Universitas Sebelas Maret (UNS). Ajang ilmiah internasional ini diikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai universitas dan sekolah menengah bergengsi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam kompetisi tersebut, Qiara mengikuti subtema Technological Innovation for Health dan mengangkat sebuah gagasan inovatif berjudul “KINESIS: A Smart Belt and Chest Brace Module Based on a 9-Axis IMU Sensor Network and Edge-Computing Machine Learning Algorithms to Prevent Postural Asymmetry and Idiopathic Scoliosis through Multimodal Biofeedback.” Gagasan ini merupakan konsep Wearable kesehatan preventif yang dirancang untuk membantu mendeteksi dan mengoreksi postur tubuh pelajar secara real-time. Ide tersebut berangkat dari kepeduliannya terhadap meningkatnya kebiasaan duduk lama dan penggunaan gawai di kalangan remaja yang sering memicu gangguan postur tanpa disadari sejak dini. Qiara memilih tema ini karena menilai bahwa pencegahan masalah kesehatan Muskuloskeletal perlu dimulai sejak usia sekolah melalui pendekatan yang praktis, edukatif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik capaian tersebut, Qiara mengaku melalui proses yang tidak mudah. Dalam masa persiapan kompetisi esai dan presentasi, ia sempat mengalami pusing berat selama tiga hari berturut-turut dan demam. Kondisi tersebut nyaris membuatnya menunda seluruh persiapan, namun Qiara memilih untuk tetap melanjutkan proses dengan penuh komitmen.
“Secara kondisi saya tidak sedang prima, tetapi saya merasa harus bertanggung jawab pada ide yang sudah saya susun. Saya ingin menuntaskan apa yang sudah saya mulai,” ujar Qiara.
Tahap awal International Essay Competition dimulai dari pengumpulan esai ilmiah. Dari ratusan naskah yang masuk, karya Qiara dinyatakan lolos seleksi dan berhak melaju ke tahap presentasi ilmiah pada forum konferensi. Pada tahap ini, seluruh peserta mempresentasikan gagasannya dalam bahasa Inggris, termasuk sesi tanya jawab secara langsung dengan para juri dan profesor dari bidang kesehatan dan kebidanan.
Meskipun harus bersaing dengan mahasiswa dari universitas ternama serta peserta dengan latar belakang akademik yang beragam, Qiara mampu menyampaikan presentasi dengan runtut, percaya diri, dan argumentatif. Kejelasan penyampaian, penguasaan materi, serta kemampuan komunikasi ilmiah menjadi penilaian utama dewan juri.
“Ini pengalaman pertama saya mempresentasikan karya secara penuh dalam bahasa Inggris di forum Internasional. Awalnya sangat menegangkan, tetapi justru menjadi pengalaman yang sangat berharga,” tambahnya.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Qiara dinobatkan sebagai Best Presenter, sebuah penghargaan yang menegaskan kemampuannya bersaing secara akademik di tingkat internasional, meskipun masih berstatus sebagai pelajar SMA.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama SMA Negeri 1 Kudus di kancah ilmiah global. Pengalaman Qiara menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba, konsistensi dalam menuntaskan proses, serta komitmen terhadap ide yang diperjuangkan dapat membuka peluang prestasi, bahkan di tengah persaingan yang ketat. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk berani melangkah ke forum ilmiah, mengembangkan gagasan, dan menyampaikan ide di tingkat global dengan penuh percaya diri.
(Ey, Ns J&D)








