SMA NEGERI 1 KUDUS : PARADIGMA PROGRAM KOKURIKULER

Kudus, 5 Februari 2026—Podcast Jurnalistik and Digital Creation (J&D) SMA Negeri 1 Kudus kembali hadir dalam episode ketiga dengan topik yang menarik dan relevan, yaitu “ Kegiatan Kokurikuler”. Pada episode ini, Triastuti Evawani, S.Pd., M.Pd. salah satu guru SMA Negeri 1 Kudus, sekaligus sebagai Wakil Manajemen Mutu Sekolah hadir sebagai narasumber untuk membagikan pandangan serta pengalaman dalam pelaksanaan program tersebut.

Program kokurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan pada saat jam pembelajaran sekolah, sebagai tambahan pada mata pelajaran tertentu untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan siswa dalam berbagai bidang, seperti mata pelajaran wajib, olahraga, seni, teknologi, dan lain-lain. Program ini bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, membangun karakter yang positif dan bermnfaat tentunya.

Kokurikuler hadir sebagai inovasi pengganti progran P5 dengan konsep yang lebih inovatif. Program ini tidak hanya berfokus pada pembinaan karakter siswa, tetapi juga mengembangkan kemampuan kognitif melalui kegiatan yang aplikatif, kolaboratif, dan sesuai dengan jenjang masing-masing. Pada dasarnya program kegiatan kokurikuler tetap berpijak pada dimensi profil kelulusan disertai elemen yang mendasar.

Dalam penjelasannya, Eva, panggilan akrab beliau menyampaikan, “Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam kokurikuler, kuncinya adalah kolaborasi, baik antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, maupun antar guru dalam merancang dan membimbing setiap kegiatan.

“ Memasuki satu tahun ini kokurikuler sudah berjalan baik dan terarah di SMA Negeri 1 Kudus, bulan Februari ini kita masuk pada aksi nyata kokurikuler pada tiap-tiap jenjang.” ujar Eva Triastuti.

Adapun tema kokurikuler di setiap jenjang berbeda. Kelas X berfokus pada pembuatan karya ilmiah untuk melatih kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan keakuratan data. Kelas XI  melaksanakan praktik pernikahan sebagai bentuk pembelajaran berbasis proyek yang melatih manajemen acara dan kerja tim. Sementara itu, kelas XII menampilkan Senam Anak Indonesia Hebat yang menumbuhkan semangat kebugaran, kreativitas, dan kekompakan.

Dalam pelaksanaannya, berbagai tantangan tentu muncul. Tidak hanya siswa yang harus belajar mengatur waktu, bekerja dalam tim, dan bertanggung jawab terhadap proyeknya, para guru pun menghadapi tantangan dalam proses perencanaan dan pendampingan. Namun, melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap tantangan dapat dihadapi bersama.

Dengan demikian, program kokurikuler dapat membantu siswa mengembangkan potensi diri dan meningkatkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Melalui episode ketiga Podcast J&D ini, diharapkan seluruh warga SMA Negeri 1 Kudus semakin memahami bahwa kokurikuler merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang inovatif dan bermakna.

(Ey, Ns J&D)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *