Kamis, 12 Februari 2026— Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kudus melaksanakan puncak kegiatan penilaian akhir kegiatan kokurikuler, yakni praktik mengenai tema pernikahan. Seperti kita ketahui kokurikuler hadir sebagai inovasi pengganti progran P5 dengan konsep yang lebih inovatif. Program ini tidak hanya berfokus pada pembinaan karakter siswa, tetapi juga mengembangkan kemampuan kognitif melalui kegiatan yang aplikatif, kolaboratif, dan sesuai dengan jenjang masing-masing. Pada dasarnya program kegiatan kokurikuler tetap berpijak pada dimensi profil kelulusan disertai elemen yang mendasar.


Pada kegiatan penilaian, seluruh siswa masing-masing kelas XI diasah agar mengembangkan kreativitas, dan juga kerja tim yang solid, selain itu praktik ini dirancang menyerupai rangkaian acara pernikahan atau ijab nikah pada umumnya, mulai dari tahap draft awal konsep, pembagian peran, penguasaan karakter, dan setting tempat yang ditata begitu apiknya layaknya Wedding Organization (WO) yang mencipta tema dengan nuansa impian pasangan pengantin.
Suasana praktik berlangsung sangat meriah dan tertib. Berbagai konsep dekorasi yang unik dan megah beserta seserahan ditampilkan oleh tiap kelas, hal ini tentu saja mengundang antusiasme siswa kelas lain untuk tampil lebih memukau dan tampil excellent di hadapan bapak-ibu dewan juri supaya mendapat high score dan good applause.





Beberapa siswa berperan sebagai pembawa acara, penghulu, hingga pengantin beserta keluarga pengantin. Kekompakan dan persiapan yang matang terlihat dari cara mereka menjalankan peran masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan totalitas penuh.
Tidak hanya menampilkan dekorasi yang kreatif dan unik, para siswa juga tampil memukau dengan mengenakan baju adat dari beberapa ragam daerah di Indonesia. Keberagaman busana yang dikenakan menambah suasana yang berbeda dari keseharian, sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya nusantara dan tentunya padat nuansa kearifan lokal. Sebagian mengenakan Kebaya dan Beskap khas Jawa Tengah yang lengkap dengan blangkon dan jarik, serta riasan yang disesuaikan dengan tema pernikahan adat. Untuk lebih memaksimalkan kondusivitas kelas, settingan tempat, waktu, suasana, bahkan wujud nyata undangan didesain dengan cover yang menarik pun disiapkan untuk lebih menghipnotis penonton.
“ Sangat meriah dan effort siswa yang luar biasa, hampir tak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang rekaan, karena hampir mirip dengan pernikahan yang sesungguhnya.” papar salah satu guru koordinator kokurikuler kelas XI yang tak ingin disebut namanya.
“ Mungkin tahun depan bisa diagendakan lebih meriah, double meriah dari tahun ini, mengajak kelas X sebagai penonton dan penggembira, serta syukur-syukur bisa dikemas dalam waktu 2 hari, agar bisa tampil dengan maksimal performa tiap -tiap kelas.” ucap Daviq Prasetian, S.Pd. selaku Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Kudus.
(Ey, Ns J&D)








