Kudus, 26 Februari 2026— Tanpa menyurutkan ibadah puasa kita di bulan Ramadan 1447 H, SMA Negeri 1 Kudus kembali mengadakan sosialisasi edukstif yang bervariatif dari kantor – kantor dinas terkait yang ada di Kabupaten Kudus.

Seperti contoh hari ini, bukan tanpa tujuan tim kesehatan dari rumah sakit dan klinik ternama mendatangai SMA Negeri 1 Kudus.Tak lain dan tak bukan, sosialisasi ini didakan dalam rangka antisipasi kesehatan remaja untuk mencegah dari datangnya penyakit yang tak bisa diprediksi dan juga diharapkan selalu mengutamakan kebersihan, terlebih kebersihan dan kesehatan pribadi
Sosialisasi penyuluhan kesehatan reproduksi dan konsultasi yang digelar oleh Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) dari Rumah Sakit Karyadi, Rumah Sakit Islam (RSI), RS Nurus Syifa, dan Harapan Bunda mengadakan edisi khusus tinjauan kesehatan pada siswa SMA Negeri 1 Kudus.

Acara yang berlangsung sedari pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh perwakilan dari masing-masing kelas X, XI, dan XII full antusiasme karena menginginkan informasi yang berarti untuk pribadinya. Kurang lebih 150 siswa dihadirkan untuk mendapatkan edukasi yang menarik untuk pencegahan penyakit sedini mungkin, terlebih pada bulan ramadan yang cenderungnya kondisi tubuh melakukan penyesuaian pada ritme pola konsumsi dari pola biasanya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dari narasumber Rumah Sakit Karyadi yakni dr. Edi Wibowo Ambari, Sp.OG.Sub.Sp.Onk selaku Ketua OB-GYN yang membahas pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Para peserta diberikan penjelasan mengenai pengertian kesehatan reproduksi, perubahan yang terjadi pada masa pubertas, serta berbagai risiko yang dapat mengancam apabila kesehatan organ reproduksi tidak dijaga dengan baik. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga siswa dapat lebih mengerti isi dari sosialisasi.
“ Deteksi sedini mungkin penyakit atau keluhan yang kalian rasakan, biasakan hidup bersih, sehat, dan hidup normal. Artinya apa? Artinya hidup yang positif tanpa alkohol, obat-obatan, miras, dan tidak berprilaku menyimpang. Mungkin tanpa kalian sadari, etika berteman, gaya hidup juga menjadi pemicu kebiasaan buruk kita pada usia remaja yang notabene mencari jati diri kta bukan?” tegas Edi Wibowo, dokter spesialis yang sudah banyak makan asam garam dalam dunia medical di RS Karyadi.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga disertai dengan sesi konsultasiyang digemari oleh para siswa. Dalam sesi tersebut, RS Nurus Syifa yang kali ini membersamai kita yakni dr. Hayyina Maslikhatul Umami juga memberi kesempatan pada siswa untuk diskusi aktif dan tanpa menjemukan dalam ketenangan ramadan ini. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar pubertas, kebersihan organ reproduksi, hingga pola hidup sehat selama berpuasa. Narasumber dari RSI mulai menjawab pertanyaan dengan bahasa yang mudah dipahami dan edukatif sehingga suasana berlangsung komunikatif.
Pihak sekolah menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini karena dinilai sangat bermanfaat bagi siswa. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para remaja semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri, menghindari perilaku berisiko, serta menerapkan gaya hidup sehat di kehidupan, terutama selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
(Ey, Ns, Jh J&D)








